
TRENGGALEK — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gandusari resmi menggelar hajat besar bertajuk PARADOX (Digital Creative).
Mengusung semangat “Berkarya Tanpa Batas, Berinovasi Tanpa Henti”, rangkaian acara yang mencakup Paradox Journalist, Paradox Design, serta Paradox Sore Session ini terpusat di Taman Jajar Gumregah, Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan dari panitia, kegiatan yang membuka pendaftaran sejak tanggal 04 hingga 15 Oktober 2026 ini dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas digital bagi kader pelajar.
Dari total sekitar 30 peserta yang tercatat mendaftar dari berbagai ranting, sebanyak 22 kader hadir dan mengikuti seluruh sesi pelatihan secara aktif di lokasi.
Ketua Pelaksana sekaligus Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PAC IPNU Gandusari Trenggalek, Uqwa Dikro Maulana, menjelaskan bahwa pemilihan tema pelatihan jurnalistik dan desain ini dilatar belakangi minimnya keterampilan penulisan dan pemberitaan event di kalangan kader. Selama ini, publikasi digital organisasi dinilai masih terlalu didominasi oleh konten visual semata.

“Melalui kegiatan PARADOX ini, kami ingin menyeimbangkan antara penyebaran informasi di dunia nyata dan dunia digital. Sekaligus menjaring serta membina penulis-penulis muda baru, khususnya dari kader IPNU-IPPNU di Gandusari dan umumnya di Kabupaten Trenggalek,” ujar Uqwa saat diwawancarai di sela-sela acara.
Uqwa menambahkan, pelatihan ini juga diproyeksikan sebagai langkah strategis menjelang reorganisasi kepengurusan PAC.
Diharapkan, para peserta tidak hanya berhenti pada tahap seremonial, melainkan mampu mengimplementasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan aktif menulis berita kegiatan di ranting masing-masing serta mengisi posisi pengurus di lembaga pers dan penerbitan.
“Di samping mendekati masa reorganisasi PAC, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi kami untuk merekrut dan mempersiapkan kader-kader pengurus baru yang andal dalam mengelola media di lingkungan PAC IPNU-IPPNU Gandusari,” tambahnya.
Meskipun sempat menghadapi sedikit kendala teknis di lapangan yang membuat jadwal acara sedikit bergeser, secara keseluruhan rangkaian acara PARADOX berjalan dengan sangat lancar, aman, dan sukses memantik gairah literasi serta kreativitas digital di kalangan pelajar NU Trenggalek.
(Pewarta: Renaldy Gus Fambudi / Editor: Redaksi)


