Situasi di Timur Tengah yang kian memanas memicu keprihatinan mendalam dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Merespons kondisi kemanusiaan yang semakin genting, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menginstruksikan seluruh warganya untuk menghidupkan kembali amalan Qunut Nazilah.
Instruksi ini tertuang dalam surat resmi nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 yang ditandatangani langsung oleh jajaran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada 1 Maret 2026, bertepatan dengan suasana khidmat 11 Ramadhan 1447 H.
PBNU meminta seluruh elemen organisasi, mulai dari pengurus wilayah (PWNU), cabang (PCNU), cabang istimewa di luar negeri (PCINU), hingga para pengasuh pondok pesantren di bawah naungan RMI NU untuk menggerakkan jamaahnya.
Tak ketinggalan, para takmir masjid dan musala di seluruh pelosok Indonesia diharapkan segera menerapkan pembacaan doa ini dalam salat berjamaah.
Dalam lampiran surat tersebut, PBNU menyertakan teks doa lengkap dalam bahasa Arab.
Berikut kami lampirkan berkas PDF asli surat edaran tersebut :
Sumber: Digdaya Persuratan PBNU


